Pemanfaatan Augmented Reality Untuk Penguatan Pembelajaran Paud Responsif Gender: Edukasi Bagi Guru Dan Orang Tua

Authors

  • Ratu Ratu Yustika Rini Universitas Bina Bangsa Author
  • Rijal izqullah Habib Universitas Bina Bangsa Author
  • Ima Sukamawati Universitas Bina Bangsa Author
  • Niken Syachbillah Virjusept Universitas Bina Bangsa Author
  • Moehamad Satibi Universitas Bina Bangsa Author
  • Ami Rinta Pratiwi Universitas Bina Bangsa Author
  • Rama Ilham Ramadhan Universitas Bina Bangsa Author

Keywords:

Augmented Reality, PAUD, responsif gender, kesetaraan gender, Orang Tua

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan pemahaman anak tentang peran sosial dan gender. Namun, praktik pembelajaran dan pengasuhan masih dapat mereproduksi stereotip melalui pilihan permainan, bahasa, media, dan representasi profesi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman guru dan orang tua mengenai pembelajaran PAUD responsif gender serta memperkenalkan Augmented Reality (AR) sebagai media visual-interaktif untuk menghadirkan representasi profesi yang lebih setara. Kegiatan dilaksanakan di PAUD Insan Unggul, Pulo Panjang, pada 3 Agustus 2026 dan melibatkan 32 peserta, terdiri atas 9 guru PAUD dan 23 wali murid. Pendekatan edukatif-partisipatif diterapkan melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi AR, dan refleksi. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan observasi keterlibatan peserta, isi diskusi, respons selama demonstrasi, dan refleksi akhir; kegiatan ini tidak menggunakan desain pretest-posttest. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa forum bersama guru dan orang tua berhasil membuka pembahasan kritis mengenai stereotip gender dalam permainan, aktivitas, bahasa, dan pengenalan profesi serta memperlihatkan potensi AR sebagai pemantik dialog tentang kesempatan yang setara bagi anak perempuan dan laki-laki. Temuan kegiatan menegaskan bahwa nilai pedagogis AR tidak terletak pada kecanggihan teknologi semata, melainkan pada kualitas representasi, mediasi guru, dan konsistensi pesan antara sekolah dan keluarga. Kegiatan lanjutan perlu diarahkan pada implementasi kelas yang berkelanjutan dan evaluasi terukur terhadap perubahan pengetahuan dan praktik peserta.

Downloads

Published

2026-09-03