Penguatan Literasi Keuangan Digital UMKM melalui Pendampingan QRIS dan Gopay Merchant Pada Kurnia Snack
Keywords:
literasi keuangan digital, QRIS, Gopay Merchant, pembayaran non-tunai, UMKMAbstract
Transaksi tunai masih menjadi kebiasaan pada banyak UMKM, termasuk Kurnia Snack di Desa Cikande. Ketergantungan pada uang tunai dapat membatasi pilihan pembayaran pelanggan dan menyulitkan penelusuran transaksi apabila pencatatan belum tertata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi keuangan digital melalui pendampingan pembuatan QRIS dan akun GoPay Merchant pada Kurnia Snack. Kegiatan dilaksanakan pada 2026 dengan tahapan diagnosis kebutuhan, edukasi pembayaran digital, pembuatan dan penyerahan fasilitas, simulasi pengecekan transaksi, serta evaluasi kesiapan pemilik usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kurnia Snack memperoleh QRIS dan akun GoPay Merchant sebagai pilihan pembayaran non-tunai. Pemilik memperoleh penjelasan mengenai cara menampilkan kode pembayaran, memeriksa mutasi, melihat riwayat transaksi, dan menjaga keamanan akun. Pendampingan juga memperkenalkan pentingnya mencatat transaksi digital secara terpisah agar dapat digunakan untuk evaluasi usaha. Kegiatan meningkatkan kesiapan awal UMKM dalam menerima pembayaran digital, tetapi belum mengukur jumlah transaksi, perubahan omzet, atau tingkat adopsi pelanggan secara kuantitatif.






